Rupiah Memantul ke 14.155
USD/IDR memantul setelah hampir menyentuh 14.100, yang merupakan level support. Hari ini pasangan dibuka di 14.120, dan saat berita ini dimuat, pasangan diperdagangkan di 14.155.
Mengomentari data NFP Jumat lalu, Analis Wells Fargo mengatakan:
“Setelah pembacaan Januari (+312 ribu) dan Februari (+33 ribu), nonfarm payrolls membukukan kenaikan lebih lanjut di akhir kuartal pertama. Pengusaha menambah 196 ribu pekerjaan baru di bulan Maret. Sedikit lebih kuat dari yang diharapkan, tetapi tren keseluruhan dalam perekrutan turun dari kecepatan kuat 200 ribu+ tahun lalu. Rata-rata tiga bulan untuk pertumbuhan payrolls telah merosot ke 180 ribu di kuartal pertama dari 233 ribu di kuartal keempat 2018."
"Dengan moderatnya pertumbuhan pekerjaan, tingkat pengangguran sideways dan pertumbuhan upah tidak menunjukkan tanda-tanda akselerasi lebih lanjut bulan ini, laporan ini tidak memberikan alasan bagi FOMC untuk mengubah sikap "sabar" dalam membuat penyesuaian kebijakan lebih lanjut dalam waktu dekat."
Trump menyalahkan the Fed atas melambatnya ekonomi AS, berpendapat bahwa the Fed seharusnya menurunkan suku bunga dan menghentikan penyusutan neraca.
Dollar Index sempat ke tertinggi di 97,47 pasca rilis NFP Jumat kemarin, kemudian turun kembali dan ditutup pada 97,36. Saat ini diperdagangkan di kisaran 97,29.
Kemudian, perkembangan diskusi perdagangan AS-China dapat memberikan dorongan yang dibutuhkan dalam perdagangan USD/IDR.
Level Teknis
USDIDR mengarah ke support 14.100 pada hari Jumat, tepat di atas ascending support yang ditarik dari swing low 6 dan 26 Februari pada grafik harian, namun pagi ini memantul kembali ke 14.155. Bila pasangan sanggup menembus di atas 14.150 dan menetap di atasnya, pergerakan berikutnya akan membawa pasangan ke 14.200. Namun bila pasangan menembus di bawah ascending support, pasangan akan bergerak ke 14.050, 14.100, kemudian ke support kuat di 14.000.
