IHSG Membuat Terendah Baru 2019, Dipengaruhi Keriuhan Perang Dagang AS-China?

IHSG saat ini di 6.064,74 turun 1,15%, telah membuat tertinggi 6.090,70 dan terendah 6.033,62 (juga terendah baru 2019). LQ45 di 946,580 turun -1,49%. IDXBUMN20 di 385,770 turun 1,57%. Semua sektor negatif, dengan tiga selisih % negatif terbesar adalah Industri Dasar -2,42%, Manufaktur -1,63%, dan Pertanian -1,51%.

Sentimen risk off berasal dari berita semalam bahwa China mengatakan akan menaikkan tarif impor pada 2493 item - senilai $60 miliar barang-barang AS mulai dari 5% hingga 25% mulai 1 Juni. Lebih lanjut, China mungkin berhenti membeli produk-produk pertanian dan energi AS, mengurangi pesanan Boeing dan membatasi perdagangan jasa AS dengan China. Tindakan China tersebut merupakan balasan atas AS yang menaikkan tarif pada barang-barang China senilai $200 miliar dari 10% menjadi 25% pekan lalu.

Berita di atas juga menghantam indeks utama Asia, dimana semua indeks Asia dalam lautan merah, saat penulisan Australia ASX All Ordinaries -0,82%, Shanghai SE Composite Index -0,22%, Hang Seng -1,54%, Mumbai Sensex -0,31, dan Nikkei 225 -0,59%. Namun demikan ada sedikit kabar baik seputar masalah perang dagang, karena Presiden AS Trump baru-baru ini mengatakan, "akan tahu dalam 3 hingga 4 minggu jika pembicaraan China berhasil. Merasa pembicaraan China akan berhasil."

Analisa Teknis IHSG

IHSG sedikit memantul setelah membuat terendah baru 2019. Indikator-indikator teknis menunjukkan bias saat ini bearish, dan diperkuat oleh penembusan support garis tren menurun pada grafik harian. Namun, RSI mulai memasuki wilayah oversold. Untuk sisi atas, resisten di 6.125,70 (garis tren menurun), dan 6.230,94 (EMA 10-hari). Untuk sisi bawah, support di 6.014,79 (terendah 18 Desember 2018) dan 6.000,00 (level psikolgis utama)

Grafik harian

Diplomat Teratas China Wang: China dan AS Miliki 'Kearifan' Untuk Selesaikan Konflik Perdagangan

Diplomat teratas pemerintah China, Anggota Dewan Negara Wang Yi, dilaporkan oleh Reuters hari ini, mengatakan bahwa China dan AS keduanya memiliki "ke
อ่านเพิ่มเติม Previous