Pembicaraan Gencatan Senjata Perdagangan AS-China Memperkuat USD/JPY Di Atas 108,00

Yen Jepang yang anti-risiko kehilangan posisi, mendorong USD/JPY lebih tinggi kemungkinan karena laporan bahwa AS dan China telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata lainnya dalam perang dagang mereka.

South China Morning Post menerbitkan sebuah laporan sekitar 30 menit yang lalu yang menyatakan dua ekonomi terbesar di dunia telah menyetujui gencatan senjata tentatif menjelang pertemuan G-20, membuka jalan bagi babak negosiasi baru. Lebih penting lagi, AS dikatakan telah menunda tarif.

Sejauh ini, baik Gedung Putih maupun Kantor Perwakilan Dagang AS belum mengomentari laporan tersebut. Namun, aset-aset berisiko tampaknya telah dalam penawaran beli dalam menanggapi berita gencatan senjata perdagangan. Pada saat penulisan, futures pada indeks S&P 500 naik 0,32 persen dan saham China melaporkan kenaikan 1 persen.

Khususnya, pasangan USD/JPY telah naik sekitar 30 pips dalam tiga puluh menit terakhir. Pada saat penulisan, pasangan mata uang ini diperdagangkan di 107,98, setelah mencapai tertinggi sesi 108,03 beberapa menit yang lalu.

Ke depan, pasangan ini mungkin tetap dalam penawaran beli di Eropa, berkat jeda temporer dalam perang dagang China-AS. Namun, kenaikan besar kemungkinan tidak terjadi, karena pembicaraan sebelumnya gagal dengan tiba-tiba dan investor mungkin tidak terlalu optimis saat ini.

Namun, taruhannya tinggi saat ini karena Presiden Trump telah berjanji akan mengenakan tarif pada semua impor China jika pembicaraan akhir pekan berjalan buruk.

Level-level pivot

Gedung Putih: Pertemuan Perdagangan Trump-Xi Ditetapkan Sabtu Pukul 02:30GMT di Osaka

Juru bicara Gedung Putih mengatakan kepada Reuters, Rabu malam, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan mengadakan pembicaraan per
อ่านเพิ่มเติม Previous

Moody’s: Rasio Pinjaman Bermasalah Australia Meningkat Tetapi Kualitas Aset Secara Keseluruhan Tetap Kuat

Lembaga pemeringkat yang berbasis di AS, Moody's Investor Service, mengeluarkan laporan ulasan sektor perbankan Australia, dengan temuan-temuan utama
อ่านเพิ่มเติม Next