USD/IDR: Sedikit Datar Menjelang Data Inflasi Indonesia

USD/IDR tampaknya apatis dengan gencatan senjata perdagangan terbaru antara AS dan China karena membawanya ke 14.128 pada awal Senin. Pedagang pasangan tetap berhati-hati menjelang data inflasi bulanan dari Indonesia sementara PMI AS akan mengarahkan pergerakan pasar sesudahnya.

Menyusul keputusan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI), komentar dari Deputi Gubernur bank sentral, Dody Budi Waluyo, bahwa bank sentral Indonesia "terbuka" untuk memotong suku bunga yang memberikan tekanan downside pada pasangan tersebut.

Namun, perdagangan sideways berlanjut di tengah kurangnya katalis baru dari Indonesia. Akibatnya, data Inflasi dan Inflasi Inti bulan Juni hari ini akan menjadi kunci untuk diawasi. Perkiraan perkiraan Inflasi melemah menjadi 0,54% versus 0,68% MoM dan menjadi 3,18% dari 3,32% pada format tahunan. Meskipun, Inflasi Inti (Tahunan) diperkirakan tidak akan berubah dari 3,12%.

Selain data Indonesia, indeks manajer pembelian manufaktur  (IMP) AS Markit dan ISM juga penting untuk diperhatikan. Sementara pengukur Markit mungkin tetap tidak berubah di 50,1, padanannya dari ISM cenderung melunak menjadi 51,0 dari 52,1 sebelumnya selama bulan Juni.

Analisis Teknis

Kecuali jika melanggar garis support lima bulan, di 14.090 sekarang, peluang U-turn pasangan ke level EMA 50-D di 14.241 tidak bisa ditolak. Sementara itu, rendah bulan April di dekat 13.974 menunggu jika melewati 14.090.

IMP Manufaktur Nikkei Jepang Juni Meleset Dari Prakiraan 49.5

IMP Manufaktur Nikkei Jepang Juni Meleset Dari Prakiraan 49.5
了解更多 Previous

Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Irlandia Juni Turun ke 49.8 Dari 50.4

Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Irlandia Juni Turun ke 49.8 Dari 50.4
了解更多 Next