USD/IDR Naik Turun Dekati Level Terendah 6 Minggu, Penjualan Ritel Indonesia Menjadi Sorotan
- USD/IDR turun ke level terendah sejak 31 Juli.
- Penjual mengabaikan kelemahan mendasar domestik di tengah kemunduran keseluruhan dalam USD.
Penjualan Ritel Bbulan Juli Indonesia langsung menarik perhatian pasar.
Meskipun tidak ada perubahan dalam kelemahan mendasar Indonesia yang muncul terlambat, pasangan USD/IDR turun ke level terendah multi-minggu sementara diperdagangkan di dekat 14.030 di tengah sesi Asia hari Selasa.
Kemunduran terbaru Dolar AS (USD) setelah Nonfarm Payrolls (NFP) yang suram pada Jumat dapat dianggap sebagai alasan utama penurunan harga. Juga menambah kekuatan Rupiah Indonesia (IDR) adalah optimisme perdagangan di seputar kesepakatan perdagangan AS-China karena ekonomi yang didorong ekspor.
Sementara Penasihat Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa Deputi China akan mengunjungi AS menjelang pembicaraan utama AS-China pada Oktober, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengatakan dalam sebuah rapat umum bahwa mereka akan berbicara dengan China minggu depan.
Investor sekarang akan fokus pada Penjualan ritel bulan Juli dari Indonesia setelah pembacaan Indeks Harga Konsumen Indonesia (IHK) dan Kepercayaan Konsumen sebelumnya telah mendorong Bank Indonesia (BI) ke arah hanya mengharapkan tingkat pertumbuhan 5% untuk 2019. Penjualan Ritel sebelumnya menyusut sebesar 1,8% pada bulan Juni.
Analisis Teknis
Kecuali memantul kembali di atas terendah 23 Agustus di dekat 14.115, peluang pemulihan pasangan ke tingkat EMA50-hari di 14.170 dan kenaikan selanjutnya ke 14.350 tampaknya kurang diharapkan. Akibatnya, penjual akan menunggu penembusan downside dari angka bulat 14.000 untuk menargetkan rendah bulan Juli 13.884.