USD/IDR: Di Atas SMA 50-hari, Fokus Tertuju Pada Inflasi Indonesia
- USD/IDR tetap di atas SMA 50-hari di tengah kekuatan USD secara keseluruhan.
- Bias bearish Bank Indonesia dan data suram menambah kelemahan pasangan USD/IDR.
- Data inflasi bulan September menjadi sorotan untuk saat ini.
Selain kekuatan greenback secara keseluruhan, pesimisme seputar angka inflasi bulan September Indonesia juga mendorong pasangan USD/IDR karena membawa penawaran beli ke 14.153 pada Senin pagi.
Dollar AS (USD) mendapatkan manfaat dari beberapa faktor mulai dari tidak adanya ekonomi suram sampai ke kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS yang relatif kurang dovish, tidak lupa juga permintaan safe-haven. Namun, perkembangan di seputar plot oposisi untuk memakzulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ditambah dengan keraguan atas setiap terobosan dalam pembicaraan perdagangan AS-China, membebani greenback.
Di sisi lain, katalis dari Indonesia, termasuk data perdagangan dan kepercayaan konsumen, suram, yang pada gilirannya mendorong Bank Indonesia (BI) untuk mengumumkan penurunan suku bunga 25 basis poin pada tanggal 19 September.
Pedagang sekarang menantikan data inflasi bulanan hari Selasa dari Indonesia untuk menentukan arah baru. Ramalan menunjukkan Inflasi utama (Tahunan) meningkat menjadi 3,54% dari 3,49% sedangkan pembacaan MoM bisa turun menjadi 0,16% dibandingkan 0,12% sebelumnya. Lebih lanjut, Inflasi Inti (Tahunan) dapat melunak menjadi 3,17% dari 3,30%.
Sementara itu, drama politik di seputar impeachment Presiden AS dan perang dagang AS-China dapat menghibur para pedagang di tengah kurangnya data utama.
Analisis Teknis
Selain level SMA 50-hari di 14.150, garis tren naik dua minggu di dekat 14.140 juga menahan downside jangka pendek, yang pada gilirannya menandakan peluang yang lebih cerah untuk naik dan menghadapi area resistance 14.245/50 termasuk puncak bulanan.