Pasar Saham Asia: Imbal hasil Treasury Yang Dipengaruhi Powell Melawan Upaya Tiongkok Untuk Menenangkan Penjual

  • Saham Asia tetap berat karena penjual obligasi memegang kendali.
  • Tiongkok mengincar pertumbuhan PDB yang lebih tinggi, Italia menghentikan vaksin Australia dan Selandia Baru baru-baru ini mengurangi peringatan Tsunami di tengah kalender yang lemah.
  • Angka ketenagakerjaan AS dan berita stimulus akan menjadi kuncinya.

Ekuitas Asia melayang lebih rendah karena kekhawatiran reflasi mendapatkan momentum meskipun ada penolakan Ketua Fed Powell dan upaya Tiongkok untuk menenangkan rasa sakit. Yang juga cenderung membebani sentimen adalah pergumulan baru atas vaksin virus Corona (COVID-19) antara Italia dan Australia, serta ketegangan geopolitik yang baru-baru ini mereda dari Selandia Baru.

Dengan latar belakang ini, indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun lebih dari setengah persen sedangkan Nikkei 225 Jepang mencetak penurunan intraday 0,65% pada awal hari ini. Perlu disebutkan bahwa obrolan perpanjangan darurat selama dua pekan yang disebabkan virus Tokyo memberikan beban tambahan pada saham Jepang.

ASX 200 dan NZX 50 Australia kurang positif untuk menentang sentimen pasar dan karenanya turun 0,80% dan 0,65% pada saat ini. Selanjutnya, indeks saham utama Tiongkok, CSI 300, menunjukkan koreksi teknis, investor khawatir terhadap kenaikan imbal hasil obligasi dan pengetatan likuiditas. 

Di tempat lain, Hang Seng Hong Kong turun 0,60% dan begitu pula KOSPI Korea Selatan. Namun, IHSG Indonesia mencatat penurunan paling kecil karena bank sentralnya tetap siap untuk intervensi pasar jika diperlukan. Selain itu, BSE Sensex India mengikuti Tiongkok dan Australia di tengah suasana risk-off yang luas sedangkan S&P 500 Futures berhenti sejenak di sekitar terendah satu bulan dengan penurunan intraday -0,10%.

Imbal hasil Treasury AS 10-tahun menyentuh level tertinggi  baru sejak Februari 2020 dan naik menjadi 1,5780%.

Karena penurunan obligasi telah menolak upaya Fed dan pembuat kebijakan ECB, data ketenagakerjaan AS, terutama Nonfarm Payrolls (NFP), akan menjadi kunci yang harus diperhatikan.

Baca: Pratinjau Nonfarm Payrolls: Penguat dolar? Tiga Ekspektasi Pelemahan Membuka Peluang Bagi Kejutan Ke Sisi Atas

EUR/USD Mendekati Support Fibo Karena Kekuatan Dolar

EUR/USD hampir menguji level Fibonacci retracement yang dilacak secara luas di Asia dan diperdagangkan datar saat menjelang pembukaan London. Pasanga
مزید پڑھیں Previous

Cadangan Devisa Asing JP Jepang Februari Turun Ke $1379.4B Dari Sebelumnya $1392.1B

Cadangan Devisa Asing JP Jepang Februari Turun Ke $1379.4B Dari Sebelumnya $1392.1B
مزید پڑھیں Next