ADB: Meningkatnya Imbal Hasil Treasury AS Dapat Memicu Krisis Mata Uang Dan Utang Di Seluruh Asia – Bloomberg
Pagi hari ini, Bloomberg menyampaikan peringatan dari Asian Development Bank (ADB) di tengah kenaikan imbal hasil Treasury AS. Berita tersebut dimulai dengan, "Bank Pembangunan Asia memperingatkan bahwa kenaikan imbal hasil AS dapat memicu krisis mata uang dan utang di seluruh Asia seperti guncangan masa lalu yang mengguncang pasar negara berkembang."
Laporan tersebut mengutip Presiden ADB Masatsugu Asakawa dan mengutip risiko pelarian modal dan pinjaman gagal jika imbal hasil Treasury AS naik sebanyak negara berkembang di Asia telah menambah utang dalam mata uang Dolar untuk membayar perang melawan COVID-19.
Hubungan terbalik secara historis antara imbal hasil AS dan pasar modal Asia juga merupakan bagian dari laporan yang mengutip pelemahan baru-baru ini dalam Rupiah Indonesia dan baht Thailand. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemimpin ADP menyarankan kenaikan pajak tetapi itu juga memiliki penerimaan yang terbatas di negara berkembang karena sumber pendapatan terbatas dan pemulihan ekonomi yang lemah.
Meskipun demikian, imbal hasil Treasury AS 10-tahun menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut sementara naik ke 1,62% sedangkan pasar di Asia goyah meskipun ada optimisme vaksin dan stimulus pada saat ini.
Baca: Pasar Saham Asia: Penurunan Saham Teknologi Tiongkok, Uji Coba Rudal Korea Utara Menguji Pembeli