Kontrak Berjangka S&P 500 Perbarui Rekor Tertinggi Di Atas 4.200 Karena Harapan Vaksin Menambah Optimisme Pasca-NFP
- Kontrak berjangka S&P 500 tetap menjadi yang terdepan sekaligus memperbarui tertinggi sepanjang masa.
- NFP melibas desar-desus terkait pengurangan Fed dan kenaikan suku bunga.
- UE menandatangani kesepakatan vaksin, NSW Australia juga siap untuk segera menerima suntikan Pfizer-BioNTech.
- Berita utama minyak yang beragam dan kalender yang sepi membuat pasar kurang aktif.
Kontrak berjangka S&P 500 mencetak tren naik empat hari sambil menyegarkan rekor puncak dengan 2.738 selama Senin pagi. Setelah reli pada hari Jumat, karena kekecewaan besar dari data ketenagakerjaan AS yang menentang desas-desus pengurangan (tapering) Fed, barometer risiko mendapat manfaat dari berita utama vaksin virus Corona (COVID-19) dari Uni Eropa (UE) dan Australia.
UE berhasil menandatangani kesepakatan besar dengan salah satu pemimpin global vaksin Covid Pfizer-BioNTech setelah mengatakan bahwa sekitar 30 orang Eropa disuntik per detik pada hari Kamis. Pengiriman vaksin akan memungkinkan blok tersebut untuk menyesuaikan kecepatan dengan negara-negara maju lainnya seperti AS, Inggris dan Israel.
Di baris yang sama adalah New South Wales Australia yang siap untuk mendapatkan vaksin Pfizer-BioNTech dalam beberapa minggu.
Selain itu, secara mengejutkan, Iran tetap bertahan di meja perundingan nuklir dengan AS juga menunjukkan kekahwatiran terhadap negara yang membandel itu akan hilang di masa depan.
Sementara itu, kegelisahan Brexit dan serangan siber jaringan pipa Kolonial AS bergabung dengan kesengsaraan umum di Jepang dan India akan menguji optimisme pasar.
Akibatnya, indeks dolar AS (DXY) berhenti sejenak di sekitar level terendah 10-minggu, melesat pada hari Jumat, sementara saham di Asia-Pasifik dan imbal hasil Treasury AS 10-tahun tetap berada di sisi positif.
Ke depan, sentimen pasar perlu mengikuti reaksi pedagang AS terhadap Nonfarm Payrolls (NFP) hari Jumat serta kenaikan lebih lanjut atas virus dan vaksin.