WTI Memangkas Kenaikan Di Bawah $70 Di Tengah Impor Asia Yang Lebih Rendah, Rebound USD
- WTI kehilangan sebagian dari kenaikan pekan sebelumnya pada hari ini.
- Minyak mengurangi kenaikan karena impor minyak mentah Asia lebih rendah
- Rebound Dolar AS membebani harga minyak mentah.
Minyak mentah mundur dari level yang lebih tinggi dan diperdagangkan dengan bias negatif pada hari ini di jam perdagangan Eropa. Pasangan tersebut menyentuh tertinggi baru multi-tahun di pekan sebelumnya setelah OPEC+ memutuskan untuk memangkas pelonggaran pasokan pada Mei.
Pada saat ini, WTI diperdagangkan di 69,02, turun 0,88% untuk hari ini.
Menurut Reuters, wilayah pengimpor minyak terpenting di dunia, Asia menunjukkan beberapa tanda permintaan fisik yang lebih lemah dengan kedatangan kargo yang lebih rendah di bulan Mei. Alasan utama tetap kebangkitan COVID-19 di sebagian besar negara Asia Selatan, yang menekan permintaan bahan bakar di benua itu.
India, importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia, sedang berjuang dengan jenis virus Corona baru yang dinamai 'Delta' oleh WHO. Strain ini dianggap sangat menular dan dengan masalah kesehatan yang serius. Permintaan yang lebih lemah di negara itu menekan harga minyak mentah.
Sementara Malaysia dan Jepang sudah memperpanjang lockdown hingga akhir Juni.
Penambahan terbaru adalah perpanjangan pembatasan level 3 di Taiwan hingga 28 Juni.
Rebound dalam Indeks Dolar AS (DXY), yang mendapatkan kembali kekuatannya pada hari ini menambah tekanan pada komoditas berdenominasi Dolar.
Pada pekan sebelumnya, Administrasi Informasi Energi (EIA) melaporkan penurunan persediaan minyak mentah sebesar 5,1 juta barel dalam pekan hingga 28 Mei. Angka yang lebih rendah mendorong harga minyak.
Sekarang, mata investor tertuju pada hasil pembicaraan pekan ini antara AS dan Iran mengenai kesepakatan nuklir yang diharapkan dapat meningkatkan pasokan minyak mentah. Jika itu terjadi, maka bisa meredam sentimen seputar harga minyak mentah terhadap peningkatan pasokan.