Berita Harga USD/IDR: Rupiah Mencapai Tertinggi Harian Dekat 14.490 Setelah BI Pertahankan Suku Bunga
Bank sentral Indonesia, Bank Indonesia (BI), kemungkinan akan menunda sebelum menambil tindakan di bulan Juli, dengan mempertahankan benchmark 7-day reverse repo tidak berubah di 3,50% pada pertemuan kebijakan moneter Kamis.
Gubernur bank sentral Perry Warijyo mengatakan bahwa "pertumbuhan PDB kuartal ketiga diperkirakan akan melambat karena pembatasan mobilitas."
Komentar tambahan
Ekonomi global terlihat tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Ekonomi-ekonomi ASEAN terlihat tumbuh lebih lambat karena pembatasan covid.
Ketidakpastian pasar keuangan global telah meningkat.
Keadaan di atas telah mendorong arus keluar modal ke aset-aset berkualitas.
Mata uang negara berkembang berada di bawah tekanan.
Aktivitas ekonomi domestik terlihat melemah karena meningkatnya kasus COVID-19.
Pertumbuhan PDB yang lebih lemah terutama karena konsumsi rumah tangga yang lebih lemah.
Pertumbuhan PDB kuartal keempat diperkirakan akan naik didorong oleh peningkatan mobilitas dan meningkatnya vaksinasi.
Prospek PDB 2021 di +3,5-4,3%.
Defisit neraca transaksi berjalan 2021 diperkirakan di 0,6% hingga 1,4% dari PDB.
Tindakan-tindakan stabilisasi menjaga pergerakan rupiah tetap terkendali.
Keputusan suku bunga yang konsisten diperlukan untuk menjaga stabilitas mata uang, pasar, di tengah ketidakpastian.
Keputusan juga sejalan dengan inflasi rendah, perlu untuk mendukung perekonomian.
Implikasi FX
Rupiah Indonesia (IDR) tetap dalam penawaran beli menyusul keputusan BI tanpa perubahan suku bunga yang sesuai dengan ekspektasi.
Pada saat penulisan, USD/IDR diperdagangkan di 14.494, turun 0,32% pada basis harian. Spot berada dalam pullback korektif dari tertinggi tiga minggu 14.560 yang dicapai pada hari Rabu.