Pasar Saham Asia: Kenaikan yang Dipimpin Tiongkok Mendorong Indeks Lebih Tinggi Karena Sentimen Risiko Membaik

  • Saham Asia-Pasifik membuat kenaikan yang luar biasa pada pekan perdagangan yang baru ini.
  • Kenaikan di Wall Street semalam mengabaikan kekhawatiran wabah virus Corona secara global.
  • Fokus pada kunjungan Wakil Presiden AS Kamala Harris ke Asia Tenggara.

Saham Asia naik lebih tinggi pada hari pertama pekan ini pada hari Senin menyusul kenaikan di Wall Street.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 1,49%.

Sebagian besar indeks diperdagangkan di zona hijau karena bargain hunting setelah Tiongkok melaporkan tidak ada kasus COVID-19 yang ditularkan secara lokal untuk pertama kalinya sejak Juli. Lebih lanjut Beijing mengatakan kebijakan makroekonomi lintas-siklusnya akan membantu volatilitas ekonomi untuk tetap dalam kisaran yang wajar. 

Indeks Hang Seng Hong Kong naik hampir 2%, setelah jatuh ke level terendah lebih dari sembilan bulan pada hari Jumat.

Shanghai Composite Index naik 1,1% karena sentimen investor membaik setelah kementerian kesehatan Tiongkok melaporkan tidak ada kasus baru COVID-19 yang ditularkan secara lokal untuk pertama kalinya sejak Juli.

Nikkei 225 Jepang melonjak 1,8%, setelah jatuh ke level terendah delapan bulan pada hari Jumat, Kospi rebound 1,6%.

Di Australia, S&P/ ASX 200 naik tipis 0,29%.
 
Emas diperdagangkan lebih tinggi pada $1.789 per ons dengan kenaikan ringan.

Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak Greenback terhadap rekan-rekannya diperdagangkan di 93,13 setelah kenaikan baru-baru ini dari 93,70.

EUR/USD Masih Berisiko Bergerak Ke 1,1600 – UOB

Ahli Strategi FX di UOB Group mencatat EUR/USD menghadapi potensi penurunan ke area 1,1600 dalam beberapa pekan ke depan. Kutipan utama Pandangan 24
Baca lagi Previous

Keyakinan Konsumen Denmark Agustus Meningkat Ke 4.4 Dari Sebelumnya 2.6

Keyakinan Konsumen Denmark Agustus Meningkat Ke 4.4 Dari Sebelumnya 2.6
Baca lagi Next