USD/JPY Merosot dari Tertinggi Dua Bulan Dekat 111,45 di Tengah Memburuknya Sentimen

  • USD/JPY pullback di tengah kembalinya perdagangan risk-off, karena krisis energi ganda semakin intensif.
  • Dolar AS mundur dengan imbal hasil obligasi, nada pidato pejabat Fed hawkish masih mendukung.
  • Pasangan ini bergantung pada dinamika imbal hasil, tren risiko jelang Powell.

USD/JPY menjauhi tertinggi dua bulan 111,43, meskipun bertahan jauh di atas level 111,00, dengan investor menantikan kesaksian Ketua Fed Jerome Powell untuk mencari wawasan perdagangan baru.

Pullback dalam spot terjadi setelah perubahan haluan dalam sentimen risiko, karena saham-saham Eropa terpukul di tengah meningkatnya krisis energi di kawasan Euro dan Tiongkok. Melonjaknya harga gas dan minyak telah memicu krisis energi di Eropa, dengan peringatan pemerintah soal pemadaman dan pabrik-pabrik terpaksa ditutup. Di sisi lain, Tiongkok kesulitan karena pemadaman listrik.

Memburuknya sentimen pasar telah menghidupkan kembali permintaan obligasi Pemerintah AS, membatasi lonjakan imbal hasil obligasi di seluruh kurva.

Sementara itu, yen mendapat dukungan dari konfirmasi PM Jepang Yoshihide Suga soal berakhirnya keadaan darurat pada 30 September.

Sebelumnya, USD/JPY rally keras, mengikuti kenaikan tanpa henti dalam imbal hasil AS di tengah pergeseran hawkish the Fed, dengan pasar sekarang memperkirakan kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.

Komentar hawkish terbaru dari para pembuat kebijakan the Fed juga memberikan dukungan untuk imbal hasil. Lonjakan rates AS, mendorong kenaikan baru dalam dolar AS, mendukung kenaikan pasangan ini.

Benchmark imbal hasil obligasi 10-tahun melonjak ke tertinggi tiga bulan 1,55% sebelum mundur ke 1,53%, di mana ia sekarang goyah.

Ke depan, sentimen pasar yang lebih luas dan dinamika imbal hasil akan terus berdampak signifikan pada USD/JPY.

Pada saat penulisan, USD/JPY diperdagangkan di 111,27, masih naik 0,27% hari ini.

 

PBoC: Tiongkok akan Perpanjang Waktu untuk Implementasi Kebijakan Moneter Normal

PBoC: Tiongkok akan Perpanjang Waktu untuk Implementasi Kebijakan Moneter Normal tunggu informasi selanjutnya...
Leia mais Previous

GBP/USD: Masalah SPBU di Inggris akan Membebani Pound

GBP/USD berada di bawah tekanan dengan Tiongkok bergulat dengan pemadaman listrik. Dalam pandangan Analis FXStreet Yohay Elam, krisis energi ganda aka
Leia mais Next