Kontrak Berjangka S&P 500 Jatuh di Tengah Meningkatnya Kekhawatiran atas Tiongkok, Jelang Inflasi Penting dan Pendapatan AS

Setelah penutupan negatif di Wall Street semalam, saham Asia memulai awal yang buruk pada hari Rabu, mengambil isyarat dari penurunan 0,20% dalam kontrak berjangka S&P 500.

Para investor mencerna berita mengecewakan terbaru bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan global menjadi 5,9% dari 6% tahun ini. Kelangkaan chip dan krisis energi terus menimbulkan risiko penurunan bagi pemulihan ekonomi di seluruh dunia.

Pasar juga tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS yang kritis, yang akan diikuti oleh risalah rapat FOMC. Peristiwa tersebut kemungkinan akan menyegel pengurangan QE The Fed bulan November.

Di sisi lain dunia, Tiongkok terus bergulat dengan krisis sektor properti yang terlilit utang sementara regulator-regulator negara itu meningkatkan tindakan keras terhadap industri sektor swasta.

Berita Harga USD/INR: Rupee Turun ke Resistance Penting

Harga masuk jauh ke sarang para penjual pada saat ini dan koreksi ke bawah akan diharapkan dalam waktu dekat. Fibonacci Retracement berada dalam fokus
Baca lagi Previous

AUD/USD Jauhi Terendah, Defensif di Bawah Pertengahan 0,7300-an

Pasangan AUD/USD melanjutkan pullback akhir hari sebelumnya dari puncak lebih dari satu bulan dan terus melemah sepanjang sesi Asia pada hari Rabu. Pa
Baca lagi Next