Indonesia: Kinerja Neraca Perdagangan Tetap Solid – UOB
Ekonom Enrico Tanuwidjaja dan Yari Mayaseti di UOB Group mengomentari hasil neraca perdagangan terbaru di Indonesia.
Kesimpulan utama
“Surplus perdagangan Indonesia sedikit menyempit menjadi USD 4,4 miliar pada bulan September vs USD 4,7 miliar pada bulan sebelumnya (walaupun kurang dari ekspektasi USD 3,8 miliar), di tengah laju impor yang lebih lambat, terutama untuk barang modal. Impor melambat menjadi 40,3% tahun/tahun di bulan September vs 55,3% di Agustus, vs perkiraan 50,0%. Sementara itu, ekspor melambat ke 47,6% tahun/tahun di September vs 64,1% di bulan sebelumnya, vs konsensus pasar 51,6% karena ekspor yang lebih lambat di sektor manufaktur serta ekspor yang lebih rendah di pertanian.”
“Dari Januari hingga September tahun ini, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD 25,1 miliar yang secara signifikan lebih tinggi dari surplus USD 13,4 miliar yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu. Jika harga komoditas tetap tinggi, ekspor dapat mempertahankan ekspansi yang solid untuk menjaga surplus perdagangan pada tingkat yang tinggi. Hal ini tentu akan membantu mendorong defisit transaksi berjalan (CAD) ke posisi yang lebih sempit tahun ini meskipun impor meningkat (karena permintaan domestik yang lebih tinggi) dan defisit pendapatan primer yang lebih tinggi. Hal ini seharusnya memberikan lebih banyak dukungan bagi ketahanan eksternal Indonesia. Bahkan masih ada kemungkinan bagi Indonesia untuk mengalami surplus transaksi berjalan pada kuartal ketiga 2021 (atau bahkan tahun ini). Indonesia telah mencatat surplus perdagangan sejak Mei 2020 (berjalan 17 bulan dan mungkin terus berlanjut), dan untuk tahun 2021 hingga saat ini."