Risiko Evergrande Muncul Kembali saat Tiongkok Desak Pendirinya agar Membayar Utang
Kekhawatiran baru seputar Grup Evergrande Tiongkok melemahkan kepercayaan para investor sekali lagi, terutama setelah regulator Tiongkok meminta miliarder Hui Ka Yan agar menggunakan kekayaan pribadinya untuk meringankan krisis utang yang semakin dalam di raksasa pengembangan properti itu, Bloomberg melaporkan, dengan mengutip orang-orang yang akrab dengan masalah tersebut.
Perincian Utama
Arahan Beijing kepada pendiri Evergrande itu datang setelah perusahaannya melewatkan tenggat waktu awal 23 September untuk pembayaran bunga obligasi dolar.
Pemerintah daerah di seluruh Tiongkok sedang memantau rekening bank Evergrande untuk memastikan uang tunai perusahaan itu digunakan untuk menyelesaikan proyek perumahan yang belum selesai dan tidak dialihkan untuk membayar para kreditur.
Implikasi pasar
Saham Asia berada di zona merah, karena para investor tidak yakin apakah kekayaan Hui cukup likuid untuk mengurangi kewajiban besar Evergrande, yang membengkak menjadi lebih dari $300 miliar pada Juni.
AUD/USD membalikkan rally yang dipimpin inflasi Australia ke 0,7537, puncak mingguan. Spot ini terakhir terlihat diperdagangkan di 0,7524, masih naik 0,35% hari ini.