AUD/USD Memantul Kembali di Atas 0,75 di Tengah Meningkatnya Taruhan Kenaikan Suku Bunga RBA Sebelumnya
- AUD/USD merebut kembali 0,7500 di tengah ekspektasi RBA yang hawkish.
- Bank-bank Australia terkemuka mengemukakan perkiraan mereka untuk kenaikan suku bunga RBA.
- Imbal hasil Australia April 2024 melonjak, dan fokus bergeser ke rilis PDB AS Kuartal 3.
AUD/USD melakukan koreksi yang layak di atas 0,7500, berbalik dari posisi terendah harian di 0,7480, karena para investor mengabaikan sentimen pasar risk-off di tengah meningkatnya taruhan kenaikan suku bunga sebelumnya oleh Reserve Bank of Australia (RBA).
Sebagai bukti peningkatan ekspektasi hawkish dari RBA, imbal hasil obligasi Australia April 2024 melonjak ke 0,5%, lima kali lebih tinggi dari target bank sentral sebesar 0,1%. Ini terjadi setelah IHK Rata-Rata Dipangkas RBA negara itu naik ke 0,7% Kuartal/Kuartal di Kuartal 3 versus ekspektasi 0,5% dan terakhir 0,5%.
Tekanan harga yang melonjak mengompori seruan kenaikan suku bunga RBA, dengan Commonwealth Bank of Australia (CBA) mengedepankan ekspektasi kenaikan suku bunga hingga November 2022 dari taruhan sebelumnya untuk kenaikan Mei 2023. Bank itu mengatakan bahwa data IHK Kuartal 3 pada hari Rabu merupakan titik belok.
Namun, kenaikan baru dalam pasangan mata uang ini bisa kekurangan tindak lanjut pembelian, karena dolar AS tetap menguat di tengah sentimen risk-off yang bertahan. Laporan pendapatan AS menggarisbawahi krisis rantai pasokan di tengah berlanjutnya tekanan harga, yang membebani sentimen para investor.
Para investor juga tetap berhati-hati menjelang rilis penting PDB ASKaurtal 3, yang dapat menyoroti pemulihan ekonomi lebih lanjut sementara The Fed tetap di jalur untuk mengurangi pembelian obligasi bulan depan.