Indeks Dolar AS: Penurunan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS Tahan Pembeli DXY Jelang Penjualan Ritel AS

  • DXY naik-turun di sekitar puncak 16 bulan yang turun dari puncak multi-hari akhir-akhir ini.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS mundur saat perundingan Biden-Xi dimulai, di tengah kecemasan sebelum Penjualan Ritel AS.
  • Presiden AS Biden menandatangani RUU infrastruktur senilai $1,0 triliun, dan para pembicara The Fed terus memberikan sejumlah komentar yang berusaha keras untuk menjinakkan ketakutan atas inflasi.
  • Data AS, diskusi Tiongkok-Amerika dan sejumlah laporan terkait kenaikan suku bunga berada dalam fokus.

Indeks Dolar AS (DXY) mengkonsolidasikan kenaikan baru-baru ini di sekitar level tertinggi sejak Juli 2020, yang dicapai pada hari sebelumnya, dengan turun ke 95,48 pada awal Selasa ini. Pengukur greenback tersebut melacak imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menggambarkan pullback baru-baru ini di tengah kekhawatiran beragam.

Dengan itu, imbal hasil imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun turun 2,4 basis poin (bp) menjadi 1,597% pada saat berita ini dimuat, menyusul lompatan yang menyegarkan level tertinggi tiga pekan.

Mundurnya imbal hasil obligasi pemerintah AS itu dapat dikaitkan dengan berita utama positif baru-baru ini dari perundingan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Presiden AS Biden mengatakan bahwa hubungan AS-Tiongkok sangat penting bagi dunia. Di baris yang sama, Xi Tiongkok menyebutkan, “Siap untuk memajukan hubungan AS-Tiongkok ke ‘arah positif’”.

Yang juga positif bagi sentimen tersebut adalah penandatanganan resmi RUU belanja infrastruktur senilai $1,0 triliun oleh Presiden AS Biden.

Namun, perlu dicatat bahwa lonjakan Indeks Manufaktur NY Empire State AS dan ekspektasi inflasi membuat para pembeli DXY tetap optimis menjelang Penjualan Ritel AS untuk bulan Oktober, yang diperkirakan akan mencetak ulang pertumbuhan 0,7% Bulan/Bulan.

Baca: Pratinjau Penjualan Ritel AS: Menang-Menang bagi Dolar? Tiga Skenario, Hanya Satu yang Dolar Negatif

Dengan latar belakang ini, kenaikan tipis Kontrak berjangka S&P 500 berlawanan dengan indeks-indeks acuan Wall Street yang lesu di awal pekan ini. Meski, kekhawatiran atas kenaikan suku bunga The Fed dan data inflasi AS yang mencapai tertinggi 31 tahun akan memperkuat kenaikan Indeks Dolar AS jika data AS tiba lebih kuat dari perkiraan.

Analisis Teknis

Kondisi RSI yang overbought menantang para pembeli ndeks Dolar AS di bawah posisi terendah Juni 2020 di sekitar 95,72. Namun, pergerakan pullback tetap kurang penting sampai menetap di atas puncak September 2020 di 94,74.

 

Presiden AS dan Perdana Menteri Tiongkok Memberikan Komentar Positif

Presiden AS Job Biden telah menjelaskan bahwa tanggung jawab sebagai pemimpin Tiongkok dan AS adalah untuk memastikan hubungan tidak mengarah ke konfl
了解更多 Previous

Penetapan Kurs Tengah USD/CNY: 6,3924 Versus Penutupan Terakhir di 6,3839

Dalam perdagangan terbaru hari ini, Bank Rakyat Tiongkok (People’s Bank of China/PBOC) menetapkan kurs tengah yuan (CNY) di 6,3924 versus penutupan te
了解更多 Next