Imbal Hasil, Kontrak Berjangka S&P 500 Pulih saat Sesi yang Lesu, Fokus pada Virus Corona

  • Sentimen pasar membaik karena optimisme hati-hati seputar Omicron selama sesi Asia yang tenang.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun pulih dari garis support 16 bulan, dan saham berjangka memangkas penurunan hari Jumat.
  • Data inflasi AS, pembaruan virus penting untuk dorongan baru menjelang FOMC minggu depan.
  • Nada risiko pulih selama sesi Asia Senin pagi yang tidak aktif, yang mendukung imbal hasil obligasi pemerintah AS dan saham berjangka mengkonsolidasikan penurunan hari Jumat.

Dengan itu, Kontrak berjangka S&P 500 mencetak kenaikan intraday sebesar 0,45% dan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik 4,2 basis poin (bp) ke 1,378% pada saat berita ini dimuat. Perlu dicatat bahwa indeks-indeks acuan Wall Street ditutup negatif sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun turun sekitar 10 basis poin (bp) ke 1,35%, terendah sejak akhir September pada hari sebelumnya.

Harapan untuk menemukan obat varian COVID Afrika Selatan, yang dijuluki sebagai Omicron itu, bergabung dengan sejumlah laporan bahwa virus tersebut tidak begitu berbahaya seperti yang ditakuti awalnya juga mendukung sentimen pasar. Setelah awalnya menyerang Eropa dan Inggris, jenis virus itu mempererat cengkeramannya yang mencapai negara-negara global utama seperti AS dan Tiongkok. Meskipun, para ilmuwan global optimis menemukan obat untuk jenis COVID-19 tersebut. Baru-baru ini, Petugas Medis tinggi AS, Anthony Fauci mendukung obat Pfizer yang efektif melawan Omicron sementara berita terkait permen karet yang dapat menghentikan penyebaran virus dan dorongan Inggris untuk pengobatan juga membuat para pedagang tetap optimis.

Yang semakin memperkuat sentimen konsolidasi pasar bisa jadi adalah kalender yang sepi di sesi Asia dan persiapan untuk data inflasi AS hari Jumat, serta pertemuan The Fed minggu depan. Di baris yang sama bisa jadi adalah harapan atas lebih banyaknya stimulus dari Tiongkok dan Jepang, serta kebijakan uang murah berkelanjutan dari ECB, RBA dan BOE.

Selera risiko memburuk pada hari Jumat karena dolar AS mengabaikan penurunan mengejutkan dalam Nonfarm Payrolls (NFP) AS sementara memperdagangkan penurunan dalam Tingkat Pengangguran. Yang juga mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di depan adalah sejumlah komentar dari Presiden The Fed St Louis James Bullard yang juga merupakan anggota pemungutan suara pada tahun 2022. Pengambil kebijakan itu mengatakan, "Bisa meinjau untuk kenaikan suku bunga sebelum menyelesaikan pengurangan QE."

Selanjutnya, para pelaku pasar akan melacak sejumlah berita utama COVID untuk petunjuk arah baru. Yang juga penting adalah beberapa komentar dari para gubernur bank sentral dan terkait dengan hubungan diplomatik AS-Tiongkok di tengah pertikaian terbaru.

Lagarde ECB: Profil Inflasi Terlihat seperti Punuk

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menyampaikan komentarnya pada hari Sabtu untuk berbicara terkait prospek ekonomi dan inflasi tetap
อ่านเพิ่มเติม Previous

SAFE Tiongkok: Koordinasi Moneter Internasional yang Lebih Baik Diperlukan untuk Memastikan Lingkungan yang “Lebih Adil”

Lu Lei, wakil kepala Administrasi Negara Valuta Asing (State Administration of Foreign ExchangeSAFE) mendesak negara-negara maju untuk memastikan koor
อ่านเพิ่มเติม Next