Pasar Saham Asia: Mengkonsolidasi Kenaikan Baru-Baru Ini karena Imbal Hasil Rebound Menjelang IHK AS

  • Ekuitas Asia-Pasifik mencetak penurunan ringan di tengah pasar yang cemas, kalender ringan di dalam negeri.
  • Pembaruan Omicron menunjukkan sinyal beragam tetapi risiko pasar keuangan Tiongkok tumbuh.
  • Pengurangan Fed dan kenaikan suku bunga masih dalam perbincangan dengan fokus tertuju pada inflasi AS.

Saham Asia melayang lebih rendah karena pasar global menjadi berhati-hati menjelang data inflasi utama AS pada hari ini. Yang menambah sentimen risk-off adalah meningkatnya seruan untuk tapering dan kenaikan suku bunga Fed yang lebih cepat bahkan ketika ekspektasi inflasi memudarkan rebound dari level terendah dua bulan. Namun, perlu dicatat bahwa beragam kekhawatiran pada varian COVID-19 Afrika Selatan dan kalender ringan di dalam negeri membatasi pergerakan pasar akhir-akhir ini. Selain itu, kekhawatiran seputar pergumulan Rusia dan Iran dengan AS menambah filter perdagangan.

Sementara menggambarkan sentimen tersebut, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,50% sedangkan Nikkei 225 Jepang mencetak penurunan intraday 0,65%. Angka yang lebih kuat dari Indeks Harga Produsen (IHP) Jepang pada bulan November dapat disebut sebagai beban tambahan pada sekuritas terkait Tokyo.

Fitch membunyikan alarm atas kemungkinan default Evergrande dan Kaisa pada hari sebelumnya dan saham Tiongkok tidak dapat mengabaikan hal yang sama saat menenggelamkan saham dari Indonesia, Korea Selatan dan negara-negara Pasifik. Perlu dicatat bahwa BSE Sensex India turun 0,10% pada saat berita ini dimuat karena INR mengarah ke terendah tahunan.

Di sisi yang lebih luas, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mengkonsolidasi penurunan hari sebelumnya, naik untuk 4 hari, sementara S&P 500 Futures naik 0,15%.

Selanjutnya, pasar kemungkinan akan menyaksikan hari yang lesu dan menunggu Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan November. Namun, kekhawatiran atas risiko pasar keuangan Tiongkok  dan Omicron dapat membebani selera risiko menjelang data.

Baca: Imbal hasil Obligasi Pemerintah AS, Kontrak Berjangka S&P 500 sangat Menantikan Sinyal Inflasi

 

Pasar Saham Asia: Mengkonsolidasi Kenaikan Baru-Baru Ini karena Imbal Hasil Rebound Menjelang IHK AS

Saham Asia melayang lebih rendah karena pasar global menjadi berhati-hati menjelang data inflasi utama AS pada hari ini. Yang menambah sentimen risk-o
अधिक पढ़ें Previous

EUR/USD Bertahan di 1,1300 di Tengah Obrolan Fed vs. ECB, Inflasi AS dalam Fokus

EUR/USD baru-baru ini memangkas penurunan di sekitar 1,1300 selama sesi Asia yang lesu pada hari ini. Pasangan mata uang utama ini mengalami penuruna
अधिक पढ़ें Next