EUR/USD Bertahan di Bawah Angka 1,13 di Pasar yang Sepi
- EUR/USD terjebak dalam kisaran karena pasar kekurangan katalis.
- Pasar yang sepi karena liburan membuat Forex tenang karena investor mengawasi risiko COVID.
EUR/USD datar pada sesi ini terjebak di kisaran ketat 1,1273 dan 1,1286 karena pasar bergerak ke kondisi liburan tipis. Pertemuan terjadwal bank sentral telah selesai untuk tahun ini, meskipun komentar The Fed bisa menjadi faktor majemuk untuk Greenback. Ancaman virus Corona juga tetap ada di pasar keuangan dan tetap menjadi risiko untuk hari-hari tersisa tahun ini dan pekan-pekan awal tahun depan.
Dengan sekilas kembali ke rapat bank sentral yang baru saja berlalu, EUR/USD menunjukkan kerentanannya terhadap penyesuaian posisi. Meskipun dot plot mengalami kenaikan tiga tingkat yang lebih hawkish dari yang diharapkan tahun depan, Greenback jatuh setelah hasil dari acara tersebut. Ini membuat prospek Greenback sedikit kurang pasti dalam hal perbedaan antara Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa.
Analis di Rabobank menjelaskan bahwa mereka memperkirakan bahwa kenaikan USD akan terus berlanjut di bulan-bulan awal 2022 karena Fed menghentikan program pembelian obligasi dan bergerak lebih dekat ke siklus kenaikan tingkat pertama.
''Akibatnya, kami telah merevisi turun perkiraan EUR/USD 6-bulan kami menjadi 1,10 dari 1,12,'' bantah para analis. ''Dikatakan, dengan banyak kabar baik yang sudah diperhitungkan, kami khawatir bahwa momentum di balik reli Greenback mungkin kehabisan tenaga di bagian akhir tahun depan dan melihat ruang bagi USD untuk sedikit pulih vs. EUR dalam jangka waktu 12 bulan.''
COVID mengirim negara ke pembatasan baru
Sedangkan untuk virus Corona, negara-negara di Eropa meningkatkan pembatasan. Pemerintah Italia mungkin mengharuskan orang yang disuntik serta yang tidak divaksinasi untuk melakukan tes COVID untuk mengakses acara besar, menurut orang yang mengetahui masalah tersebut. Spanyol akan mengadakan pertemuan darurat online pada hari Rabu untuk menganalisis evolusi pandemi dan membahas mengadopsi langkah-langkah baru. Belanda telah kembali ke penguncian ketat pada hari Ahad. Di Inggris, sementara PM Boris Johnson telah menahan diri dari pembatasan tambahan, untuk saat ini, banyak orang sekarang sudah tinggal di rumah, jadi negara itu telah memasuki apa yang disebut beberapa orang sebagai "penguncian tersembunyi." Dengan begitu banyak orang yang sekarang tinggal di rumah, negara itu telah memasuki apa yang oleh sebagian orang disebut sebagai "penguncian tersembunyi" yang membuat ritel, perhotelan, dan perjalanan terguncang.