Imbal hasil Lanjutkan Pullback dari Tertinggi Tahunan di Tengah Kekhawatiran Beragam Jelang Powell The Fed
- Imbal hasil obligasi pemerintah AS berdurasi 10-tahun turun, kupon 2-tahun tetap datar di sekitar puncak multi-hari.
- Kontrak Berjangka S&P 500 dan perdagangan saham-saham Asia-Pasifik beragam di tengah kekhawatiran atas inflasi AS, kenaikan suku bunga The Fed.
- Pernyataan Powell menunjukkan kesiapan untuk kebijakan moneter yang lebih ketat karena ekonomi tetap positif.
- Pembaruan Merck terkait Mekanisme Molnupiravir menambah daftar katalis risiko saat kasus Covid meningkat.
Sentimen pasar tetap lesu selama Selasa pagi karena para pedagang menunggu pidato The Fed, serta data inflasi AS. Selain itu, catatan kasus Covid dan pembaruan terkait penyembuhan virus juga menantang para pedagang selama sesi yang tenang ini.
Di tengah permainan ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS berdurasi 10-tahun turun 2,5 basis poin (bp) menjadi 1,757% setelah rally ke level Januari 2020 pada hari sebelumnya, sebelum ditutup negatif pada grafik harian. Selanjutnya, kupon obligasi 2 tahun tetap stabil di sekitar level Maret 2020, yang terbaru mendekati 0,90%. Selain itu, Kontrak Berjangka S&P 500 mencetak turun sebesar 0,07% dalam intraday sementara saham-saham di kawasan Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada saat berita ini dimuat.
Penghitungan Reuters menunjukkan rekor baru penularan harian AS di atas 1,13 juta. Namun, beberapa komentar dari pejabat Merck yang mengatakan, “Harapkan mekanisme Molnupiravir untuk bekerja melawan Omicron dan varian Covid apa pun,” dapat dinyatakan positif bagi selera risiko.
Juga, reaksi beragam terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) AS Jerome Powell menguji para pedagang akhir-akhir ini. Beberapa komentar hawkish dari Ketua The Fed Jerome Powell, sesuai dengan pernyataan yang disiapkan untuk Kesaksian hari ini, dapat dianggap sebagai bantuan utama untuk sentimen risk-on. Ketua The Fed itu mengatakan, "Ekonomi tumbuh pada tingkat tercepat dalam beberapa tahun, dan pasar tenaga kerja kuat." Namun, janjinya untuk menghentikan inflasi yang lebih tinggi agar tidak mengakar membuat kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga tetap ada dan membebani sentimen.
Patut diperhatikan bahwa kekhawatiran yang meningkat terhadap inflasi dan keragu-raguan atas kondisi Covid menyulitkan para pelaku pasar menjelang sejumlah data/peristiwa utama. Diantaranya, kesaksian Ketua The Fed Powell hari ini dan inflasi hari Rabu yang menjadi kuncinya.