Pasar Saham Asia: Perdagangan Beragam Seiring Penguatan Saham Berjangka Diimbangi Kekhawatiran Inflasi dan NFP

  • Perdagangan ekuitas Asia beragam karena saham berjangka yang optimis gagal menolak penjual di tengah tindakan bank sentral yang hawkish dan kekhawatiran inflasi.
  • ECB dan BoE mengguncang ekuitas sebelum Amazon menarik pembeli.
  • Harga minyak tinggi delapan tahun bergabung dengan kehati-hatian pra-NFP untuk menguji kenaikan di tengah libur Tiongkok.
  • SoMP RBA tak mendorong ekuitas Australia, Nikkei Jepang berjuang untuk mempertahankan kenaikan baru-baru ini.

Pedagang Asia-Pasifik berjuang untuk melangkah di pagi ini, meskipun saham berjangka menguat, karena pasar menunggu Nonfarm Payrolls (NFP) AS.

Tindakan hawkish bank sentral Kamis memperbesar kekhawatiran inflasi dan menenggelamkan Wall Street, serta ekuitas di Eropa dan Inggris. Namun, pukulan pendapatan Amazon mengangkat saham berjangka AS dan memicu reli bantuan sesudahnya. Meski begitu, kehati-hatian sebelum NFP dan tidak adanya data/peristiwa utama selama Asia membuat selera risiko melemah.

Sementara menggambarkan sentimen, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengikuti S&P 500 Futures dengan kenaikan intraday 1,20%. Demikian pula dengan Nikkei 225 Jepang, naik 0,70% menjelang sesi Eropa hari ini. Perlu dicatat bahwa Menteri Keuangan (MenKeu) Jepang Shunichi Suzuki memperingatkan posisi fiskal negara sementara Gubernur BoJ mengangkat kekhawatiran atas inflasi dan membantu pembeli untuk menjaga kendali.

Di tempat lain, Hang Seng Hong Kong menandai awal yang positif untuk pekan perdagangan setelah liburan Tahun Baru Imlek sedangkan ekuitas di Australia dan Selandia Baru tetap suram di tengah kekhawatiran inflasi. Pernyataan Kebijakan Moneter (SoMP) triwulanan Reserve Bank of Australia (RBA) mengulangi komunikasi baru-baru ini dari bank sentral Australia, pertama melalui Pernyataan Suku Bunga dan kemudian oleh Gubernur Philip Lowe, sambil menolak perlunya kenaikan suku bunga segera bahkan ketika angka inflasi kuat.

Selanjutnya, BSE Sensex India berjuang untuk arah yang jelas karena kelas berat mencetak penurunan sedangkan KOSPI Korea Selatan tetap di sisi positif setelah mencetak lompatan harian terbesar dalam setahun.

Di sisi yang lebih luas, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik 1,8 basis poin (bp) menjadi 1,845%, bersiap untuk kenaikan mingguan pertama dalam tiga tahun sementara S&P 500 Futures naik 1,14% di sekitar 4.520. Selanjutnya, harga minyak mentah WTI menyentuh tertinggi delapan tahun sementara beringsut lebih dekat ke level $90,00.

Selanjutnya, Nonfarm Payrolls (NFP) AS, diperkirakan 150 ribu versus 199 ribu sebelumnya, akan sangat penting untuk diperhatikan arah pasar lebih lanjut.

Baca: Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS tetap Menguat, Saham Berjangka juga Naik Jelang NFP

Kontrak Berjangka Emas: Berpeluang untuk Pemulihan Lebih Lanjut

Berdasarkan angka lanjutan dari CME Group untuk pasar berjangka emas, open interest turun untuk sesi lain pada hari Kamis, kali ini sekitar 2,3 ribu k
了解更多 Previous

Kontrak Berjangka Minyak Mentah: Reli Minyak Mentah Terlihat Tidak Mereda

Open interest di pasar berjangka minyak mentah meningkat untuk 2 sesi berturut-turut pada hari Kamis, kali ini sekitar 26,5 ribu kontrak menurut data
了解更多 Next