AUD/USD Turun Kembali ke 0,7300 karena Sentimen Masam atas Tiongkok dan Ukraina
- AUD/USD mengambil penawaran jual untuk memperbarui terendah intraday, menghentikan tren naik dua hari dan rally lima minggu.
- Lowe RBA mengisyaratkan kenaikan suku bunga selama akhir 2022 tetapi berhasil menghindari untuk bersikap hawkish.
- Lonjakan penularan COVID harian di Tiongkok dan kekhawatiran atas meningkatnya krisis Rusia-Ukraina membebani sentimen pasar.
- IHK AS memperkuat harapan kenaikan suku bunga The Fed 0,50% pada bulan Maret, Indeks Sentimen Konsumen Michigan diperhatikan.
AUD/USD melanjutkan pelemahan pada penurunan mingguan pertama dalam enam minggu saat mengambil penawaran jual sekitar 0,7340 selama sesi Asia hari Jumat.
Pasangan barometer risiko tersebut baru-baru ini turun karena kekhawatiran atas lonjakan baru dalam kasus COVID di Tiongkok, serta kekhawatiran mengenai invasi Rusia ke Ukraina. Yang juga berkontribusi terhadap kelemahan pasangan mata uang ini bisa jadi adalah data inflasi AS hari sebelumnya dan harapan atas kenaikan suku bunga lebih cepat dari The Fed. Dengan demikian, harga pasangan mata uang tersebut gagal didukung oleh beberapa komentar awal dari Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe.
Meskipun mengulangi seruan kenaikan suku bunga kamis akhir tahun ini, Lowe RBA mencatat inflasi inti di Australia masih moderat pada 2,6% dan upah tumbuh hanya secara bertahap, yang memberikan waktu sebelum kenaikan suku bunga, menurut Reuters.
Di sisi lain, Alat FedWatch CME memancarkan probabilitas 94% dari 50 basis poin dari kenaikan suku bunga bulan Maret. Ekspektasi naik setelah Indeks Harga Konsumen AS (IHK) menyegarkan level tertinggi 40 tahun sementara sesuai dengan perkiraan 7,9% Tahun/Tahun untuk bulan Februari pada hari sebelumnya.
Berbicara terkait beberapa katalis risiko, Tiongkok melaporkan yang pertama di atas 1.000 kasus baru COVID dalam lebih dari dua tahun. Negara naga tersebut adalah negara yang pertama membunyikan alarm pandemi virus corona dan karenanya lompatan baru dalam penualaran COVID-19 bukanlah pertanda baik bagi pasar.
Perlu dicatat bahwa Sejumlah laporan serangan militer Rusia terhadap institut Kharkiv yang berisi reaktor nuklir eksperimental awalnya menantang sentimen pasar, kemudian muncul berita yang menyebutkan bahwa tidak ada hal negatif sehingga meredam kecemasan.Serta, desas-desus bahwa pasukan Moskow secara bertahap bubar dan mungkin mundur, juga mendukung para pedagang yang optimis sebelum perusahaan satelit Maxar AS melaporkan bahwa lebih banyak pasukan dikerahkan kembali.
Sementara yang menggambarkan sentimen risk-off, Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,25% pada hari ini sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun turun 4,4 basis poin (bp) menjadi 1,965% pada saat berita ini ditulis.
Ke depan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) siap untuk Dewan Keamanan atas permintaan dari Rusia dan dapat menghibur para pedagang dengan sejumlah berita utama geopolitik sedangkan Indeks Sentimen Konsumen Michigan AS untuk bulan Maret, yang diharapkan 61,3 versus 62,8, juga akan penting untuk diikuti.
Analisis Teknis
AUD/USD tetap berada dalam pantauan para pembeli karena tetap di atas rata-rata pergerakan utama di tengah sinyal MACDyang bullish.
Dengan itu, para pembeli mengincar pertempuran lain dengan garis tren miring ke bawah dari akhir Februari 2021, di sekitar 0,7420.
Sementara itu, 200-DMA menjaga penurunan segera harga pasangan mata uang ini di sekitar 0,7315, yang jika ditembus akan mengarahkan para penjual AUD/USD menuju level 100-DMA 0,7230.