S&P 500 Futures, Imbal Hasil Treasury AS Gambarkan Sentimen Risk-On saat Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina

  • Penilaian positif pada pembicaraan damai dari Rusia, Ukraina mencerahkan sentimen pasar.
  • Pembicaraan AS-Tiongkok, Georgieva dari IMF juga menambah sentimen risk-on.
  • Kontrak Berjangka S&P 500 menghentikan tren turun dua hari, imbal hasil obligasi pemerintah AS 5 tahun menyegarkan tertinggi 34 bulan.
  • Berita utama dari Rusia, Pentagon bergabung dengan kehati-hatian pra-The Fed untuk menantang para pembeli.

Setelah menyaksikan pesimisme selama beberapa hari, pasar global menyaksikan awal yang positif untuk minggu yang penting ini di tengah perkembangan positif mengenai pembicaraan Ukraina-Rusia.

Sementara yang menggambarkan sentimen, Kontrak Berjangka S&P 500 naik 0,65% ke 4.228 untuk mencetak kinerja harian positif pertama dalam tiga hari. Pada baris yang sama adalah imbal hasil obligasi pemerintah AS karena imbal hasil 10-tahun naik 3,3 basis poin (bp) menjadi 2,04% sedangkan imbal hasil 5 tahun naik melampaui 2,0% ke level tertinggi sejak Mei 2019.

Berita utama yang mengkonfirmasi penilaian yang lebih cerah dari pembicaraan Moskow-Kyiv bergabung dengan pertemuan diplomat AS-Tiongkok di Italia untuk menawarkan awal yang optimis untuk minggu ini yang terdiri dari pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve AS (The Fed). Yang juga positif untuk sentimen pasar adalah komentar-komentar dari Direktur Pengelola Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva yang mengatakan selama program "Face the Nation" CBS bahwa Rusia mungkin gagal membayar utangnya setelah sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya atas invasinya ke Ukraina, tetapi itu tidak akan memicu krisis keuangan global, menurut Reuters.

Sebaliknya, Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan seseorang yang mengetahui masalah tersebut sambil mengatakan, “Jaksa Rusia telah mengeluarkan peringatan kepada perusahaan-perusahaan Barat di Rusia, mengancam akan menangkap para pemimpin perusahaan di sana yang mengkritik pemerintah atau menyita aset perusahaan-perusahaan yang menarik diri dari negara." Komentar-komentar itu bergabung dengan berita dari Sputnik yang mengutip pernyataan FM Rusia, “Moskow tidak akan meminta sanksi barat dicabut, tekanan tidak akan mengubah arahnya.” Selain itu, sekretaris pers Pentagon John Kirby juga dikutip oleh ABC News yang menyarankan pasukan Rusia "memperluas target mereka" setelah roket menghantam pangkalan militer Ukraina di dekat perbatasan Polandia semalam.

Perlu dicatat bahwa ekspektasi inflasi AS yang mencapai rekor tertinggi, menurut tingkat inflasi impas 10 tahun sesuai data St. Louis Federal Reserve (FRED), menambah kekuatan pada imbal hasil obligasi pemerintah AS karena para pelaku pasar menunggu risalah utama The Fed minggu ini.

Di tengah permainan ini, harga emas dan minyak mentah WTI tetap melemah sedangkan Indeks Dolar AS (DXY) mencetak penurunan tipis di sekitar tertinggi 22-bulan.

Ke depan, kalender yang sepi dan sentimen hati-hati menjelang The Fed dapat membatasi pergerakan pasar tetapi pembaruan atas kebuntuan Rusia-Ukraina akan menghibur para pedagang.

PBOC Tetapkan Kurs tengah USD/CNY pada 6,3506 versus 6,3306 Sebelumnya

Senin pagi di Asia, People's Bank of China (PBOC) menetapkan kurs tengah yuan (CNY) di 6,3506 dibandingkan rilis sebelumnya di 6,3306, juga melampaui
আরও পড়ুন Previous

USD/CHF Terlihat Tenang di Sekitar 0,9400 meskipun Ada Ketidakpastian atas Kebijakan Suku Bunga The Fed

USD/CHF telah dibuka di atas nilai tertinggi sesi Jumat dan telah bergerak di atas tertinggi hari Jumat 0,9350 karena para investor mulai memasukkan d
আরও পড়ুন Next