S&P 500 Futures, Nikkei 225 Gambarkan Sentimen Risk-On

  • Sentimen pasar tetap menguat di tengah harapan perdamaian Ukraina-Rusia, meredanya masalah COVID di Tiongkok.
  • The Fed sesuai dengan ekspektasi kenaikan suku bunga 0,25%, yang juga mengisyaratkan enam kenaikan lainnya.
  • Kontrak Berjangka S&P 500 mencetak tren naik tiga hari, Nikkei mencapai tertinggi dua minggu dengan kenaikan harian +3,5%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS berdurasi 10-tahun menghentikan tren naik delapan hari sementara turun dari tertinggi dua tahun.

Meskipun The Fed mengumumkan kenaikan hawkish pada hari sebelumnya, pasar global mempertahankan sentimen risk-on selama sesi Asia hari Kamis. Alasannya dapat dikaitkan dengan beberapa berita utama yang optimis dari pembicaraan damai Ukraina-Rusia dan meredanya masalah virus di Tiongkok, belum lagi dorongan Beijing untuk langkah-langkah ekonomi yang lebih banyak.

Sementara yang menggambarkan sentimen, Kontrak Berjangka S&P 500 dan Nikkei 225 menyentuh tertinggi dua minggu, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS berdurasi 10-tahun turun untuk pertama kalinya dalam sembilan hari.

Dengan itu, Kontrak Berjangka S&P 500 naik 0,10% pada basis harian di sekitar 4,365 sedangkan Nikkei 225 mencetak kenaikan intraday 3,60% seraya mengambil tawaran beli di sekitar 26,660. Selanjutnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS berdurasi 10-tahun turun 3,5 basis poin (bp) ke 2,15% sementara berbalik dari level tertinggi sejak Mei 2019.

Berbicara terkait sejumlah katalis utama, penolakan Kyiv terhadap netralitas yang diusulkan dalam 15 poin rencana perdamaian dan perintah Mahkamah Internasional kepada Rusia untuk menangguhkan invasi ke Ukraina menantang sentimen tetapi kelanjutan pembicaraan dan nada lembut Moskow baru-baru ini membuat pasar tetap optimis.

Perlu dicatat bahwa Tiongkok melaporkan hari kedua menurunya jumlah COVID setelah menyegarkan angka rekor selama akhir pekan. “Tiongkok melaporkan 1.317 kasus COVID yang dikonfirmasi pada tanggal 16 Maret versus 1.952 sehari sebelumnya,” menurut Reuters. Selain itu, dorongan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He dalam langkah-langkah untuk meningkatkan ekonomi pada kuartal pertama (Q1) juga membuat selera risiko lebih kuat.

Sebaliknya, kenaikan suku bunga The Fed 0,25% dan ekspektasi tujuh kenaikan suku bunga selama tahun 2022, ditambah dengan perkiraan inflasi yang direvisi naik, akan menantang sentimen pasar tetapi beberapa komentar Ketua The Fed Jerome Powell membela para pedagang yang optimis.

Setelah menyaksikan kenaikan suku bunga The Fed dan reaksi pasarnya, para investor akan memperhatikan pengumuman suku bunga Bank of England (BOE) hari ini dengan harapan kenaikan suku bunga 0,25%. Yang juga penting adalah berita-berita utama terkait pembicaraan damai Ukraina-Rusia dan data AS tingkat kedua.

GBP/USD Berusaha Menetap di Sekitar 1,3200 saat Ada Dorongan Risk-On, Pantau Kebijakan BOE

Pasangan GBP/USD telah menyaksikan pergerakan naik yang tajam setelah membentuk basis dalam kisaran sempit 1,3000-1,3082. Cable rapuh dalam beberapa s
Baca lagi Previous

PM Jepang Kishida: Harga Naik tetapi Sebabkan Beberapa Masalah seperti Merugikan Perusahaan Kecil

Perdana Menteri Jepang Kishida membuat beberapa komentar terkait prospek inflasi negara itu, dalam penampilannya pada hari Kamis. Kutipan Tambahan M
Baca lagi Next