Rebound Harga Baja dari Terendah Tahunan Pudar Karena Kekhawatiran Kelebihan Pasokan China, Sentimen Risk-Off

  • Harga Baja mengkonsolidasi kenaikan hari sebelumnya dari level terendah lima bulan.
  • Kekhawatiran kelebihan pasokan dari Tiongkok meningkat setelah angka perdagangan terbaru.
  • Sentimen buruk di tengah kekhawatiran resesi, Fed yang hawkish juga membebani harga komoditas.

Harga Baja tak memperpanjang pullback korektif hari sebelumnya dari level terendah lima bulan karena kekhawatiran pasokan meningkat. Yang juga membebani logam adalah sentimen risk-off pasar, serta Dolar AS yang lebih kuat.

Baja tulangan konstruksi di Shanghai Futures Exchange turun 1,3%, sedangkan kumparan canai panas merosot 1,1%. Stainless steel naik 0,6%, per Reuters. Logam industri pulih dari level terendah sejak Januari dengan membukukan kenaikan harian hampir 3,0% pada hari sebelumnya.

Perlu dicatat bahwa data terbaru dari Shanghai Metals Market (SMM) meningkatkan kekhawatiran kelebihan pasokan dengan mengatakan bahwa impor baja tahan karat Tiongkok turun 24% YoY pada bulan Mei, tetapi ekspor naik 32,91% YoY. "Pada Mei 2022, impor baja tahan karat mencapai 229.800 metrik ton, turun 9.176 juta ton atau 3,84% bulan-ke-bulan dan 24,05% tahun-ke-tahun," tambah SMM diberitakan oleh Reuters.

SMM juga mengutip industri baja tahan karat yang berkembang pesat di Asia Tenggara, India dan Vietnam dengan mengutip pabrik baru yang dibuka satu demi satu.

Di sisi lain, kekhawatiran akan agresi The Fed, serta mengenai resesi AS. Presiden AS Joe Biden dan Menteri Keuangan Janet Yellen mencoba meyakinkan pasar bahwa kekhawatiran resesi tidak dapat dihindari. Lebih lanjut, Presiden Federal Reserve Richmond Thomas Barkin mengatakan bahwa tidak akan ada pengembalian yang cepat bagi ekonomi AS ke pengalaman dekade sebelumnya tentang pertumbuhan, pekerjaan, dan inflasi yang stabil, Reuters melaporkan.

Sementara menggambarkan sentimen, S&P 500 Futures turun 1,10% intraday untuk membalik rebound dua hari dari level terendah sejak akhir 2020. Perlu dicatat bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS juga tak terhibur oleh penghindaran risiko karena imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun turun lima basis poin (bp) menjadi 3,25%.

Mengingat kekhawatiran kelebihan pasokan dan resesi, harga baja dapat menyaksikan penurunan lebih lanjut. Namun, pergeseran sentimen pasar dapat menawarkan ruang bernapas bagi penjual jika Ketua Fed Jerome Powell kembali gagal mengesankan pembeli selama kesaksiannya tentang Laporan Kebijakan Moneter dua tahunan.

Analisis Harga USD/CAD: Naik Menuju 1,3000 Jika Tembus Segitiga Simetris

Pasangan USD/CAD telah melampaui rintangan krusial 1,2963 dengan kuat di sesi Asia. Aset ini naik lebih tinggi dengan kuat setelah merasakan aksi beli
Leia mais Previous

Volume Belanja Konsumen Belanda Juni: 14.8% versus 11.2%

Volume Belanja Konsumen Belanda Juni: 14.8% versus 11.2%
Leia mais Next