Kontrak Berjangka S&P 500, Imbal Hasil tetap Tertekan karena Pedagang Tunggu Petunjuk Baru Jelang IMP
- Sentimen pasar tetap tertekan, dolar AS memperoleh momentum kenaikan.
- Imbal hasil menggambarkan tren turun tiga hari, Kontrak Berjangka S&P 500 berbeda dari indeks Wall Street.
- Pembacaan pendahuluan IMP Global S&P untuk bulan Juli akan menjadi penting menjelang FOMC pekan depan.
Sentimen pasar tetap lesu selama awal Jumat, karena para pedagang berhenti sejenak setelah volatilitas yang disebabkan Bank Sentral Eropa (ECB). Tidak adanya akasi pasar terbaru juga dapat dikaitkan dengan kurangnya sejumlah data/peristiwa besar, serta keadaan pasar yang menunggu pembacaan pendahuluan IMP Global S&P ekonomi-ekonomi utama seperti AS, Inggris, Jerman dan Zona Euro untuk bulan Juli.
Di tengah permainan ini, Indeks Dolar AS (DXY) mengambil tawaran beli sehingga menyentuh kembali level tertingginya dalam perdagangan harian di sekitar 106,80, naik sebesar 0,22% pada hari ini, karena penghindaran risiko kembali hadir. Meskipun demikian, indeks acuan ukur Wall Street ditutup menguat dan imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS mencatat penurunan harian terbesar dalam lima minggu, turun satu basis poin (bp) menjadi 290% baru-baru ini. Meskipun demikian, Kontrak Berjangka S&P 500 turun sebesar 0,45% pada saat berita ini ditulis.
Kelemahan terbaru dalam sentimen pasar berasal dari pemeriksaan ulang optimisme setelah keputusan ECB, serta kekhawatiran atas resesi dan Covid yang telah ditetapkan sebelumnya. Yang juga mendukung permintaan safe-haven dolar AS adalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan depan.
Penurunan dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang diakibatkan oleh kenaikan suku bunga 50 basis poin (bp) oleh Bank Sentral Eropa (ECB), yang lebih tinggi dari perkiraan, menenggelamkan dolar AS pada hari sebelumnya. Yang juga melemahkan imbal hasil tersebut adalah pengumuman alat baru yang disebut Instrumen Perlindungan Transmisi (Transmission Protection Instrument/TPI) untuk menjinakkan dinamika pasar yang tidak teratur di blok tersebut.
Perlu diamati bahwa kelemahan yang diantisipasi dalam IMP AS dan kemungkinan kelemahan di Inggris dan data aktivitas Zona Euro untuk bulan Juli juga cenderung membantu sentimen pasar dalam jangka pendek, yang pada gilirannya dapat memberikan tekanan turun pada dolar AS dan mendukung ekuitas, emas dan mata uang Antipodean.
Sebaliknya, kekhawatiran atas resesi tetap bercokol dan para pengambil kebijakan The Fed bersiap-siap untuk melakukan kenaikan suku bunga yang lebih cepat, terutama setelah keputusan terbaru ECB, yang pada gilirannya dapat membuat selera risiko semakin lemah.