Pasar Saham Asia: Berbeda dari S&P500 yang Kuat, DXY Jatuh Karena Kekhawatiran Resesi Meningkat

  • Ekuitas Asia belum mengikuti jejak S&P500 dan telah jatuh secara luas.
  • Ekuitas Tiongkok berkinerja buruk karena investor menunggu data IMP Manufaktur Caixin.
  • Negara-negara Asia juga akan menghadapi konsekuensi dari kontraksi dalam perekonomian AS.

Pasar di ranah Asia belum mengikuti kinerja optimis dari S&P500 pada hari Jumat. Pasar AS tetap bullish pada hari Kamis karena optimisme atas pendapatan perusahaan di AS. Namun, langkah lanjutan belum terlihat pada indeks Asia karena investor telah berubah menjadi berhati-hati menjelang data inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) AS.

Pada saat ini, Nikkei225 Jepang turun 0,30%, China A50 anjlok 1,50%, Hang Seng menyelam 2,16% sementara Nifty50 melonjak hampir 1%.

Ekuitas Tiongkok berkinerja buruk karena investor telah mengalihkan fokus mereka ke data IMP Manufaktur Caixin, yang akan dirilis pada hari Senin. Data ekonomi diperkirakan akan tetap lemah karena aktivitas manufaktur dibatasi di Tiongkok karena kebangkitan COVID-19. Selain itu, datangnya musim hujan di berbagai provinsi di Tiongkok telah menunda konstruksi, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi lainnya.

Sementara itu, aksi jual ekstrim dalam Indeks Dolar AS (DXY) telah gagal mendukung ekuitas Asia. Perlu dicatat bahwa alasan di balik penurunan DXY adalah percepatan sinyal resesi di AS. Perekonomian telah melaporkan kontraksi secara berturut-turut karena Produk Domestik Bruto (PDB) telah mendarat di -0,9%, secara signifikan lebih rendah dari perkiraan 0,5%.

Selain itu, Kementerian Keuangan Jepang mengumumkan cadangan anggaran sebesar 257 miliar Yen Jepang untuk memerangi kenaikan harga minyak dan produk makanan. Hal ini dapat mendukung harga upah untuk menjaga tingkat inflasi di atas 2% dalam perekonomian Jepang.

 

Penjualan Ritel Norwegia Juni Keluar Sebesar 0% Mengungguli Harapan -1.4%

Penjualan Ritel Norwegia Juni Keluar Sebesar 0% Mengungguli Harapan -1.4%
Baca lagi Previous

Tingkat Pengangguran Swedia Juni: 8.6% versus 8.5%

Tingkat Pengangguran Swedia Juni: 8.6% versus 8.5%
Baca lagi Next