Harga Baja Melanjutkan Pemulihan Karena Pertumbuhan Penjualan yang Kuat, IHK Tiongkok Dalam Fokus
- Harga baja mengincar lebih banyak pemulihan harga seiring dengan pulihnya permintaan.
- Sasaran dekarbonisasi Tiongkok kemungkinan akan dipangkas pada paruh kedua CY2022.
- Pekan ini, data inflasi Tiongkok akan menjadi sangat penting.
Harga baja telah rebound tajam setelah mencapai titik terendah pada bulan Juli karena perkiraan permintaan telah membaik setelah pembelian bijih besi yang kuat pada bulan Juli. Pembelian bijih besi Tiongkok telah meningkat sebesar 3,1% pada bulan Juli dari tahun sebelumnya dan sebesar 3% secara bulanan. Berakhirnya musim hujan di berbagai provinsi di Tiongkok dan bagian lain di Asia telah memaksa think tank di pasar untuk meningkatkan perkiraan mereka untuk permintaan baja.
Sebelumnya, harga baja menurun secara tiba-tiba karena sektor real estat Tiongkok yang sakit dan tujuan dekarbonisasi. Kegiatan konstruksi untuk real estat domestik dan infrastruktur dihentikan yang konsekuensinya dihadapi oleh pemilik pabrik baja. Pemilik pabrik baja menghadapi kerugian akibat penumpukan stok baja. Oleh karena itu, penghentian produksi relevan bagi mereka daripada terus mengoperasikan tungku.
Selain itu, para pelaku pasar berharap bahwa tujuan dekarbonisasi di Tiongkok akan menurun dan pemilik pabrik baja akan dapat mempercepat produktivitas.
Di sisi data ekonomi, para investor menunggu rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Tiongkok, yang akan dirilis pada hari Rabu. Berdasarkan konsensus pasar, inflasi Tiongkok diperkirakan akan bergeser lebih tinggi menjadi 2,9% dari rilis sebelumnya sebesar 2,5%. Kenaikan sebesar 40 basis poin (bps) dapat memaksa People's Bank of Tiongkok untuk terdengar netral daripada menampilkan sikap dovish. Hal ini mungkin akan berdampak signifikan pada harga baja ke depan.