AUD/JPY Lanjutkan Pelemahan Hingga Mendekati 97,00 karena Data Ekspor Australia yang Lebih Lemah
- AUD/JPY telah turun mendekati 97,00 karena ekspor Australia telah menurun sebesar 9,9%.
- Neraca Perdagangan Australia telah mendarat di 8,733 juta versus proyeksi 14,500 juta.
- Kinerja Jepang yang luar biasa di sisi PDB telah memperkuat para pembeli yen.
Pasangan AUD/JPY telah menyaksikan pergerakan turun tipis setelah data perdagangan yang lebih lemah oleh Biro Statistik Australia. Pasangan mata uang ini telah tergelincir ke dekat 97,00 karena ekspor Australia telah dipangkas secara dramatis. Mata uang terkait komoditas telah melaporkan penurunan data ekspor bulanan sebesar 9,9% terhadap ekspansi 5,1%. Juga, impor telah meningkat sebesar 5,2% versus 0,7% pada rilis sebelumnya. Neraca Perdagangan telah dipangkas secara dramatis ke 8.733 juta dari ekspektasi 14.500 juta.
Pakan ini, banyak pemicu telah memperkuat mata uang antipodean terhadap yen Jepang. Pertama, Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan Official Cash Rate (OCR) menjadi 2,85% setelah mengumumkan kenaikan suku bunga 50 basis poin untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Karena tekanan harga dalam ekonomi Australia belum menunjukkan tanda-tanda akan naik, Gubernur RBA Philip Lowe tetap pada sikap 'restriktif' pada suku bunga.
Dalam kebijakan moneter yang diumumkan, RBA juga mendiktekan peta jalan untuk menurunkan tingkat inflasi ke tingkat yang diinginkan. Pedoman suku bunga dan tekanan inflasi patut diperhatikan. Para pengambil kebijakan RBA memperkirakan bahwa OCE akan meningkat lebih lanjut menjadi 3,85%. Sementara tingkat inflasi akan mencapai sekitar 7% dan mulai tahun depan akan mulai menurun. Tidak diragukan lagi, hal ini akan semakin memperlebar divergensi kebijakan RBA-Bank of Japan (BOJ).
Dan, kemudian rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) campuran. Data PDB Australia mendarat di 0,9%, lebih rendah dari ekspektasi 1% tetapi di atas rilis sebelumnya 0,8% secara triwulanan. Namun, data tahunan telah meningkat ke 3,6% terhadap proyeksi dan data yang dicetak sebelumnya masing-masing sebesar 3,5% dan 3,3%.
Di sisi Tokyo, data PDB Jepang yang optimis telah memperkuat penguatan yen. Data ekonomi telah meningkat secara signifikan ke 3,5% terhadap ekspektasi dan data yang dicetak sebelumnya masing-masing 2,9% dan 2,2% pada basis tahunan. Data triwulanan juga telah tercatat lebih tinggi pada 0,9% terhadap proyeksi 0,7% dan rilis sebelumnya 0,5%.