EUR/USD Pertahankan Pelemahan Tipis di Dekat Paritas karena Hawk ECB, Powell The Fed Pamer Kekuatan

  • EUR/USD mengambang setelah memantul dari terendah 19-tahun.
  • Kecemasan menjelang kenaikan suku bunga ECB dan pidato Powell membatasi pergerakan terbaru.
  • Krisis energi Eropa membuat para penjual tetap optimis bahkan jika ECB berubah menjadi hawkish.
  • Kapasitas Ketua The Fed Powell untuk mempertahankan kenaikan suku bunga akan diawasi untuk penguatan dolar AS lebih lanjut.

EUR/USD menggambarkan kecemasan yang khas sebelum acara karena bergerak ke 0,9990-1,000 selama Kamis pagi dini hari di Eropa. Yang juga membuat para pedagang pasangan mata uang ini tetap absen sifat campuran dari katalis-katalis risiko terbaru dan imbal hasil yang lesu akhir-akhir ini.

Meski begitu, harga mencetak penurunan tipis sementara memudarkan pemantulan hari sebelumnya dari level terendah sejak akhir 2002. Alasannya mungkin karena preferensi para pedagang terhadap dolar AS di tengah serbuan untuk keamanan-risiko menjelang acara-acara penting pekan ini, yaitu pertemuan kebijakan moneter oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell. Yang juga mendukung greenback bisa jadi adalah jeda baru-baru ini dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS, setelah berbalik dari tertinggi multi-hari, serta taruhan The Fed yang hawkish.

Indeks Dolar AS (DXY) memangkas pelemahan harian terbesar dalam sebulan di sekitar 109,80 karena imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS menghentikan penurunan hari Rabu dengan bergerak ke 3,27%, setelah berbalik arah dari level tertinggi sejak pertengahan Juni. Di sisi lain, Kontrak Berjangka S&P 500 memudarkan pemantulan dari level terendah sejak 19 Juli karena naik di sekitar 3.980 pada saat berita ini dimuat. Selain itu, Alat FedWatch CME memberi sinyal peluang 77% dari kenaikan suku bunga The Fed sebesar 75 basis poin (bp) pada bulan September, dibandingkan 73% yang dicatat pada hari sebelumnya.

Perlu dicatat bahwa ketakutan atas Covid yang berasal dari Tiongkok dan kemungkinan eskalasi dalam pergolakan Tiongkok-Amerika juga pada sentimen pasar dan harga EUR/USD. Baru-baru ini, Reuters merilis berita yang menyatakan bahwa Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan kepada delegasi anggota parlemen AS pada hari Kamis bahwa pulau itu akan terus bekerja dengan Amerika Serikat untuk menjalin hubungan perdagangan dan ekonomi yang lebih dekat. Sebelumnya pada hari itu, South China Morning Post (SCMP) mengatakan, “Shenzhen mengurangi kuota masuk untuk para pelancong Hong Kong.”

Pada hari Rabu, meluasnya optimisme pasar karena data yang lebih kuat dari ekonomi utama dan Beige Book The Fed, serta pidato The Fed yang beragam, tampaknya telah memicu pemulihan pasangan EUR/USD dari terendah multi-tahun.

Ke depan, para pedagang EUR/USD dapat menyaksikan hari yang bergejolak di mana kenaikan suku bunga ECB 0,75% dapat menawarkan pemulihan jangka pendek sebelum penurunan baru, jika Powell The Fed terdengar hawkish. Secara keseluruhan, pasangan mata uang ini kemungkinan akan tetap berada dalam pantauan para penjual karena krisis energi Eropa masih jauh dari selesai dan karenanya kapasitas ECB untuk mengetatkan kebijakan moneter terbatas dibandingkan dengan The Fed.

Baca juga:  Pratinjau ECB: Terhimpit antara Putin dan Inflasi, Faktor Tidak Menguntungkan bagi euro

Analisis Teknis

Garis support yang melandai dari pertengahan Juli, baru-baru ini di sekitar 0,9880, membatasi penurunan segera EUR/USD. Pergerakan pemulihan, bagaimanapun, membutuhkan validasi dari rintangan 20-DMA, di sekitar 1,0025 pada saat berita ini dimuat.

 

Presiden AS Biden Menunda Keputusan terkait Tarif Trump terhadap Tiongkok

Presiden AS Joe Biden telah menunda keputusan akhir untuk menarik tarif era Trump pada impor Tiongkok, Bloomberg melaporkan, mengutip orang-orang yang
Baca lagi Previous

BOK: Lebih Baik Menstabilkan Harga dengan Cepat untuk Pertumbuhan dalam Jangka Panjang

Menjelaskan kenaikan suku bunga 50 bp pada bulan Juli, Bank of Korea (BOK), bank sentral Korea Selatan, mengatakan bahwa "perlu menaikkan suku bunga d
Baca lagi Next