S&P 500 Futures Tetap Dalam Penawaran Beli Ringan, Inflasi AS Dalam Fokus

  • Sentimen pasar tetap lesu menjelang IHK utama AS untuk bulan Agustus.
  • S&P 500 Futures bergerak di sekitar puncak dua pekan, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun turun dari level tertinggi tiga bulan.
  • Tidak adanya komentar The Fed, berita utama yang beragam dari Tiongkok dan kalender yang ringan juga membatasi pergerakan pasar.

Pasar global menggambarkan kecemasan pra-data yang khas selama awal Selasa di Eropa. Selain sentimen yang berhati-hati menjelang Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang sangat penting, berita utama yang beragam dari Tiongkok dan kalender yang ringan di tempat lain juga menawarkan awal yang lamban untuk hari yang penting ini.

Sementara menggambarkan sentimen, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mundur dari level tertinggi tiga bulan, turun dua basis poin (bp) menjadi 3,34%. Meskipun demikian, S&P 500 Futures dan saham-saham di zona Asia Pasifik mencetak kinerja beragam, meskipun membukukan kenaikan ringan pada saat berita ini ditulis. Perlu dicatat bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS dua tahun menghentikan tren naik tiga hari karena turun dari level tertinggi sejak akhir 2007, turun setengah persen mendekati 3,547%.

Dengan komentar terakhir dari para pembuat kebijakan Fed menjelang masa reses pra-pertemuan Fed yang mempertahankan bias hawkish-nya, meskipun kekhawatiran inflasi baru-baru ini mereda, data IHK AS hari ini untuk bulan Agustus akan sangat penting untuk arah jangka pendek dan karenanya meningkatkan kecemasan menjelang rilis. Perkiraan menunjukkan angka utama turun menjadi -0,1% MoM versus 0,0% sebelumnya sementara IHK selain Pangan & Energi kemungkinan tidak berubah di 0,3% MoM.

Di tempat lain, obrolan terbaru pasar seputar tujuan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan menegaskan kembali pengaruh Beijing selama perjalanan luar negeri pertama setelah penguncian yang dipimpin COVID mendukung sentimen yang berhati-hati. Ditambah dengan berita Financial Times (FT) menunjukkan pandangan beragam atas rencana chip Presiden AS Joe Biden yang menantang Tiongkok. Selain itu, ekspektasi bahwa People's Bank of China (PBOC) akan menahan diri dari perubahan kebijakan moneter selama pertemuan hari Kamis juga menantang para optimis.

Perlu dicatat bahwa komentar hawkish dari para pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) dan kabar terbaru bahwa Ukraina mendapatkan keberhasilan dalam mendorong mundur militer Rusia dari beberapa wilayahnya tampaknya telah mendukung optimisme pasar yang berhati-hati. Selain itu, harapan untuk lebih banyak stimulus dari Tiongkok, Inggris, AS, dan Eropa juga membuat para pelaku pasar tetap berharap. Baru-baru ini, Bloomberg melaporkan bahwa Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang menjanjikan lebih banyak dukungan kebijakan untuk mendorong konsumsi dalam perekonomian. Berita tersebut juga mengisyaratkan bahwa Tiongkok akan mematuhi berbagai langkah untuk menstabilkan pertumbuhan, lapangan kerja, dan harga.

Singkatnya, sentimen perdagangan tetap lesu tetapi serbuan terhadap obligasi, untuk mencari risk-safety membebani imbal hasil menjelang data inflasi AS.

Baca juga: Pratinjau IHK AS: Dolar Akan Naik karena Ekspektasi Inti yang Rendah, Tiga Skenario

AUD/USD Mundur Menuju 0,6850 di Tengah Kecemasan Menjelang Inflasi AS

AUD/USD memantul dari level terendah intraday karena memangkas penurunan harian pertama dalam tiga hari di sekitar 0,6875 selama Selasa pagi di Eropa.
Đọc thêm Previous

Harga Crypto.com Mencoba Rally 20% Tanpa Berburu Sell-Stop

Harga Crypto.com telah berada dalam tren bullish antara 7 dan 10 September karena harga Bitcoin meledak karena kebangkitan bullish. Namun, saat para p
Đọc thêm Next