USD/IDR Mencoba Menguji level Support di 15.600 setelah Rilis data Penjualan Ritel Indonesia, Cermati FOMC

  • Dolar AS masih berkonsolidasi, sehingga membuat Rupiah Indonesia pulih dan menguji support di 15.600.
  • Penjualan Ritel Indonesia untuk bulan Agustus melonjak ke 5,8%, data bulanan meningkat ke 1,7%.
  • Malam ini para pedagang akan mencermati Risalah Rapat FOMC menjelang IHK dan IHP AS.

Pergerakan pasangan mata uang USD/IDR terjepit di antara Simple Moving Average (SMA) 50 dan 200 periode dalam grafik harian di kisaran 15.600-15.825. Pada pagi ini di sesi perdagangan Asia, Rupiah Indonesia (IDR) mencoba memulihkan pelemahan pekan lalu dan pasangan mata uang tersebut tengah menguji level support 15.600.

Sementara itu, Dolar AS yang diukur oleh Indeks Dolar AS (DXY) sedang berkonsolidasi di 102,56, setelah mencapai tertinggi pada hari Jumat di 102,68 akibat data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang sangat optimis.

Bank Indonesia (BI) baru saja merilis laporan tingkat Penjualan Ritel Indonesia untuk bulan Agustus melonjak ke 5,8%, dari 4,5% yang terlihat pada bulan Juli. Tingkat bulanan juga mengalami peningkatan ke 1,7% dibandingkan tingkat pada bulan sebelumnya yang berkontraksi ke 7,2%, karena permintaan sejumlah komponen saat acara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di bulan yang disebutkan.

BI mengharapkan Penjualan Ritel Indonesia untuk bulan November berada di 4,7% (yoy) yang didukung oleh Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Suku Cadang dan Aksesori, serta Sub kelompok Sandang. Sementara data bulanan diprakirakan akan terkontraksi ke 2,5% (mom), karena permintaan yang menurun seiring dengan berakhirnya program diskon pesta Hari Kemerdekaan RI dari para peritel.

Data lapangan pekerjaan AS pada bulan September yang dirilis pada hari Jumat tidak mendukung harapan untuk penurunan suku bunga yang lebih besar, terutama dengan mempertimbangkan perbaikan dalam tingkat pengangguran dan pertumbuhan upah. Oleh karena itu, beberapa analis tetap mengharapkan bahwa The Fed akan memangkas sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC di bulan November.

Data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan September yang akan dirilis besok malam akan mengarahkan harapan akan langkah The Fed lebih lanjut. IHK tahunan diharapkan akan sedikit menurun ke 2,3% dari 2,5%, selain itu IHK non Makanan & Energi tahunan diprakirakan akan tetap bertahan di 3,2%. Data ini (yang dirilis pada hari Kamis) bersama dengan Indeks Harga Produsen (IHP)  (yang dirilis pada hari Jumat) AS berpotensi untuk memberikan dorongan lebih lanjut pada pergerakan Dolar AS dalam jangka pendek.

Malam ini, para pedagang akan mencermati Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC). Menurut Presiden Federal Reserve (The Fed) Bank of Boston, Susan Collins, ekonomi dan pasar tenaga kerja AS masih tampak kuat, kebijakan moneter yang dilakukan telah membantu meredam inflasi, namun, inflasi inti tahunan masih tinggi. Sementara itu, Wakil Ketua Federal Reserve Philip Jefferson, mengatakan bahwa keputusan kebijakan moneter akan dilakukan pertemuan demi pertemuan.

Indikator Ekonomi

Penjualan Ritel (Thn/Thn)

Data Penjualan Ritel, dirilis oleh Statistik Indonesia, mewakili total pembelian konsumen dari toko ritel. Ini memberikan informasi berharga tentang pengeluaran konsumen yang merupakan bagian konsumsi dari PDB. Meningkatnya penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Namun, jika kenaikannya lebih besar dari perkiraan, mungkin inflasi.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Rab Okt 09, 2024 04:00 GMT (11:00 WIB)

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 5,8%

Konsensus: -

Sebelumnya: 4,5%

Sumber:


 

Penjualan Ritel Tahunan Indonesia untuk Bulan Agustus Melonjak ke 5,8% versus 4,5% pada Bulan Juli

Bank Indonesia (BI), melaporkan tingkat Penjualan Ritel Indonesia untuk bulan Agustus tercatat di 5,8%, lebih tinggi dari 4,5% yang terlihat pada bulan Juli, yang merupakan kenaikan selama empat bulan berturut-turut.
Leer más Previous

Harga Emas Bertahan di Dekat Level Terendah Tiga Pekan, Berhasil Bertahan di Atas Level $2.600

Harga emas (XAU/USD) turun hampir 1,5% dalam satu hari dan menyentuh level terendah tiga pekan pada hari Selasa, meskipun menemukan beberapa support sebelum angka $2.600. Dolar AS (USD) melayang di dekat level tertinggi tujuh pekan di tengah berkurangnya spekulasi penurunan suku bunga besar-besaran oleh Federal Reserve (The Fed), yang ternyata menjadi faktor kunci yang merusak permintaan emas batangan tanpa imbal hasil. Selain itu, berita mengenai kemungkinan gencatan senjata antara Hizbullah Lebanon dan Is
Leer más Next